Santunan Anak Yatim di Panti Asuhan At-Thohir Ds. Godong Kec. Gudo Kab. Jombang

Dalam agama Islam Anak yatim merupakan anak yang yang ditinggal wafat ayahnya tetapi usia anak belum mencapai masa baligh. Sesama umat beragama diwajibkan untuk menyisihkan sebagian rezeki yang dimiliki untuk kegiatan amal. Hadis Nabi Muhammad saw. pun menganjurkan demikian, keutamaan dan pahala seseorang yang membantu anak yatim begitu besar  hadist yang di riwayatkan Imam Bukhari mengatakan “mereka yang menyantuni anak yatim akan memperoleh kedudukan tinggi di surga, dekat dengan Allah SWT”.

Menanggung anak yatim berarti memperhatikan dan mengurusi semua kebutuhan hidupnya mulai dari kebutuhan hidup sehari-hari sandang makan, hingga pendidikan. Keutamaan dari hadis ini sahih pada mereka yang memberikan santunan dari harta pribadi, baik yang berhubungan keluarga maupun tidak.

Sebutan Anak yatim tidak berlaku lagi ketika anak sudah baligh. Berbagai pendapat ulama menyatakan, sekalipun anak yatim ini sudah balig, tetapi pikirannya belum cukup matang dan belum mampu mengelola harta secara benar, maka tangguhkan lebih dulu penyerahan harta miliknya (yang mungkin diwariskan atau diberikan pada si anak) hingga ia mencapai usia 25 tahun.

Santunan anak yatim diberikan sebagai bentuk kepedulian pada keperluan mereka. Beberapa jenis santunan yang biasa diberikan adalah Kebutuhan hidup dasar, dapat disampaikan secara insidental atau pada momen hari raya. Biasanya berupa paket sembako, uang tunai, pakaian, atau sumbangan hari raya.

Ketua drg. Budi Nugroho, MPPM bersama dosen, staf dan organisasi kemahasiswaan STIKES Pemkab Jombang melaksanakan Santunan Anak Yatim dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, bertempat di Panti Asuhan At-Thohir Ds. Godong Kec. Gudo, Kab. Jombang.

drg. Budi Nugroho, MPPM mengajak kita selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita, karena Allah telah memberikan kesempurnaan serta atas kuasa Allah SWT anak-anak kita diberikan kelebihan dibalik segala kekurangannya.